Bayangkan sedang mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi. Baru beberapa menit berlalu, tiba-tiba terdengar suara notifikasi dari smartphone.
Mungkin hanya sebuah pesan.
Mungkin email.
Atau sekadar pemberitahuan dari aplikasi yang sebenarnya tidak penting.
Tanpa sadar, perhatian langsung berpindah ke layar.
Setelah melihat notifikasi, kita kembali bekerja. Namun, pikiran mungkin masih memikirkan pesan yang baru saja dibaca. Beberapa menit kemudian, notifikasi lain muncul.
Siklus sederhana tersebut dapat terjadi berkali-kali sepanjang hari.
Notifikasi memang dirancang untuk memberi informasi secara cepat, tetapi terlalu banyak pemberitahuan juga dapat membuat fokus menjadi lebih mudah terpecah.
Lalu, mengapa suara atau getaran kecil bisa memiliki pengaruh sebesar itu?
Notifikasi Adalah Gangguan yang Datang Tanpa Diundang
Ketika kita memilih membuka sebuah aplikasi, perhatian berpindah karena keputusan sendiri.
Notifikasi bekerja dengan cara berbeda.
Ia muncul ketika kita sedang melakukan aktivitas lain.
Artinya, pengguna tidak perlu berniat membuka aplikasi. Sistemlah yang meminta perhatian terlebih dahulu.
Inilah yang membuat notifikasi berbeda dari penggunaan smartphone biasa.
Seseorang yang sedang membaca, bekerja, belajar, atau berbicara dengan orang lain dapat tiba-tiba mendapatkan rangsangan baru.
Perhatian kemudian harus memilih antara aktivitas yang sedang dilakukan dan informasi yang baru masuk.
1. Otak Secara Alami Memperhatikan Perubahan
Suara, getaran, atau munculnya ikon baru merupakan perubahan dari kondisi sebelumnya.
Perubahan seperti itu mudah menarik perhatian.
Bayangkan sedang berada di ruangan yang tenang. Tiba-tiba terdengar bunyi pendek dari smartphone.
Meskipun kita tahu bahwa mungkin hanya notifikasi biasa, perhatian tetap dapat tertuju pada sumber suara tersebut.
Ini merupakan salah satu alasan mengapa bahkan notifikasi yang tidak penting bisa mengganggu konsentrasi.
2. Kita Tidak Selalu Tahu Apa yang Ada di Balik Notifikasi
Ketidakpastian membuat notifikasi semakin menarik.
Jika layar menampilkan:
“Pesan baru.”
kita belum mengetahui isi pesannya.
Pikiran kemudian memiliki pertanyaan kecil:
“Siapa yang mengirim?”
“Apa isinya?”
“Apakah penting?”
Rasa penasaran tersebut dapat mendorong kita memeriksa layar.
Begitu smartphone dibuka, pengguna mungkin tidak hanya membaca pesan, tetapi juga melihat notifikasi lain atau membuka aplikasi berbeda.
Gangguan kecil akhirnya berkembang menjadi aktivitas yang lebih panjang.
3. Perhatian Tidak Selalu Bisa Langsung Kembali
Membuka notifikasi mungkin hanya membutuhkan beberapa detik.
Namun, kembali ke tingkat konsentrasi sebelumnya tidak selalu sesederhana itu.
Setelah perhatian berpindah, kita perlu kembali memahami apa yang sedang dikerjakan.
Jika sedang membaca artikel panjang, misalnya, kita mungkin harus mencari kembali bagian terakhir yang dibaca.
Jika sedang menulis, kita perlu mengingat kembali ide yang sedang dipikirkan.
Semakin kompleks tugasnya, semakin terasa dampak perpindahan perhatian.
4. Notifikasi Dapat Memecah Alur Berpikir
Beberapa pekerjaan membutuhkan deep focus, yaitu perhatian yang relatif stabil dalam periode tertentu.
Menulis, membaca, memecahkan masalah, membuat desain, belajar, dan melakukan analisis adalah contoh aktivitas yang sering membutuhkan kondisi tersebut.
Ketika notifikasi muncul, alur berpikir dapat terputus.
Masalahnya bukan hanya durasi ketika melihat smartphone.
Gangguan juga dapat memutus proses mental yang sedang dibangun.
5. Notifikasi Membuat Kita Terbiasa Memeriksa Layar
Jika smartphone sering memberikan pemberitahuan, pengguna dapat terbiasa memeriksa layar.
Lama-kelamaan, bahkan ketika tidak ada suara atau getaran, seseorang mungkin membuka smartphone secara otomatis.
Ini menciptakan kebiasaan:
cek smartphone → tidak ada hal penting → tutup → beberapa saat kemudian cek lagi.
Aktivitas tersebut dapat berlangsung tanpa tujuan yang jelas.
6. Tidak Semua Notifikasi Memiliki Tingkat Kepentingan yang Sama
Masalah lainnya adalah semua aplikasi dapat bersaing untuk mendapatkan perhatian.
Pesan dari keluarga mungkin penting.
Pengingat kalender mungkin berguna.
Namun, rekomendasi video, promosi, pembaruan game, dan berbagai pemberitahuan lainnya belum tentu membutuhkan respons segera.
Jika semuanya muncul dengan cara yang sama, otak harus terus menentukan mana yang penting dan mana yang bisa diabaikan.
Karena itu, mengurangi jumlah notifikasi dapat membantu mengurangi beban perhatian.
Notifikasi dan “Fear of Missing Out”
Sebagian notifikasi berhubungan dengan sesuatu yang sedang terjadi saat ini.
Media sosial, grup percakapan, event digital, atau berita terbaru dapat menciptakan perasaan bahwa informasi harus segera dilihat.
Hal tersebut berkaitan dengan FOMO (fear of missing out), yaitu kekhawatiran akan melewatkan sesuatu yang sedang dialami atau dibicarakan orang lain.
Padahal, sebagian besar informasi tidak benar-benar membutuhkan respons dalam hitungan detik.
Memberikan jeda sebelum memeriksa notifikasi dapat membantu membedakan antara sesuatu yang mendesak dan sesuatu yang sekadar baru.
Notifikasi Tidak Selalu Buruk
Penting untuk melihat manfaatnya juga.
Notifikasi dapat membantu kita:
- mengingat jadwal;
- menerima pesan penting;
- mengetahui transaksi;
- mendapatkan peringatan keamanan;
- mengikuti perkembangan pekerjaan;
- atau menerima informasi yang memang dibutuhkan.
Masalahnya bukan keberadaan notifikasi, melainkan jumlah dan jenis pemberitahuan yang diberikan.
Notifikasi yang tepat dapat membantu.
Notifikasi yang terlalu banyak dapat menjadi gangguan.
7. Smartphone Menyatukan Banyak Jenis Aktivitas
Salah satu alasan notifikasi sangat berpengaruh adalah karena smartphone menggabungkan banyak aspek kehidupan dalam satu perangkat.
Dalam satu layar terdapat:
komunikasi + pekerjaan + berita + hiburan + belanja + game + media sosial.
Setiap aplikasi memiliki alasan untuk mengirim pemberitahuan.
Akhirnya, satu perangkat dapat menjadi sumber puluhan jenis gangguan.
Mengapa Notifikasi Lebih Mengganggu Saat Bekerja?
Ketika bekerja, kita biasanya memiliki tujuan tertentu.
Misalnya menyelesaikan laporan dalam satu jam.
Jika notifikasi muncul setiap beberapa menit, perhatian terus dipaksa berpindah.
Meskipun setiap gangguan hanya berlangsung singkat, jumlahnya dapat terakumulasi.
Karena itu, pekerjaan yang sebenarnya dapat selesai dengan fokus selama satu jam mungkin terasa lebih berat ketika terus diselingi pemeriksaan smartphone.
Bagaimana dengan Belajar?
Situasinya serupa.
Belajar membutuhkan kemampuan mempertahankan informasi dan menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya.
Ketika perhatian terputus, proses tersebut dapat terganggu.
Notifikasi juga dapat memicu keinginan untuk melakukan aktivitas lain.
Seseorang awalnya hanya ingin membaca pesan selama beberapa detik, kemudian melihat media sosial, membuka video, dan akhirnya kembali belajar setelah waktu yang lebih panjang.
Notifikasi Dapat Mengubah Kebiasaan Kecil Menjadi Rutinitas
Kekuatan notifikasi justru terletak pada ukurannya yang kecil.
Satu pemberitahuan mungkin tidak terasa berarti.
Tetapi jika terjadi puluhan kali sehari, pola tersebut dapat membentuk rutinitas.
Kita mulai terbiasa:
- memeriksa layar saat mendengar suara;
- melihat smartphone ketika ada getaran;
- membuka aplikasi ketika merasa bosan;
- dan mencari informasi baru setiap kali ada waktu kosong.
Tanpa disadari, smartphone menjadi bagian dari hampir setiap jeda perhatian.
Cara Mengurangi Gangguan Notifikasi
Tidak perlu mematikan semua pemberitahuan.
Pendekatan yang lebih praktis adalah memilahnya.
Matikan notifikasi yang tidak penting
Promosi, rekomendasi konten, atau pembaruan yang tidak mendesak dapat dinonaktifkan.
Gunakan mode jangan ganggu
Saat bekerja atau belajar, aktifkan mode yang membatasi pemberitahuan.
Pertahankan notifikasi penting
Panggilan darurat, keluarga, pekerjaan tertentu, atau pengingat penting dapat tetap diaktifkan.
Periksa pesan pada waktu tertentu
Daripada terus memantau layar, tentukan beberapa waktu untuk mengecek komunikasi.
Jauhkan smartphone dari meja
Jika perangkat tidak berada tepat di samping tangan, dorongan untuk memeriksanya biasanya lebih mudah dikendalikan.
Membuat “Zona Fokus”
Salah satu cara sederhana adalah membuat periode ketika smartphone tidak menjadi pusat perhatian.
Misalnya:
25–30 menit fokus → beberapa menit istirahat.
Selama periode fokus, hanya aplikasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang digunakan.
Metode seperti ini tidak harus mengikuti angka tertentu. Yang penting adalah menciptakan periode ketika perhatian tidak terus-menerus ditarik oleh pemberitahuan.
Bedakan Informasi Penting dan Informasi Baru
Salah satu prinsip paling berguna adalah:
baru tidak selalu berarti penting.
Pesan baru memang informasi baru.
Tetapi belum tentu harus dibaca sekarang.
Video baru mungkin menarik.
Tetapi belum tentu perlu ditonton saat sedang bekerja.
Promosi baru mungkin tersedia.
Tetapi tidak berarti kita perlu mengambil keputusan saat itu juga.
Kemampuan membedakan keduanya membantu mengembalikan kontrol atas perhatian.
Notifikasi dan Masa Depan Kehidupan Digital
Seiring semakin banyak layanan berpindah ke smartphone, jumlah informasi yang tersedia kemungkinan terus bertambah.
Aplikasi semakin pintar dalam menentukan apa yang dianggap relevan.
Sistem rekomendasi semakin personal.
Perangkat wearable juga dapat memberikan notifikasi langsung melalui jam tangan atau perangkat lain.
Karena itu, kemampuan mengatur notifikasi kemungkinan menjadi bagian penting dari digital wellbeing.
Bukan karena teknologi harus dihindari, tetapi karena perhatian manusia tetap memiliki batas.
Kesimpulan
Notifikasi bisa membuat kita sulit fokus karena ia memperkenalkan rangsangan baru ketika perhatian sedang digunakan untuk aktivitas lain.
Suara, getaran, atau ikon baru dapat memicu rasa penasaran. Setelah perhatian berpindah ke smartphone, kita tidak selalu langsung kembali ke tingkat konsentrasi sebelumnya.
Masalah menjadi lebih besar ketika notifikasi berasal dari banyak aplikasi sekaligus.
Namun, notifikasi sendiri bukan sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya. Pemberitahuan dapat sangat berguna ketika berisi informasi yang benar-benar penting.
Kuncinya adalah memilih apa yang layak mendapatkan perhatian segera.
Dengan mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, menggunakan mode fokus, menentukan waktu untuk memeriksa pesan, dan menjauhkan smartphone ketika sedang mengerjakan tugas penting, kita dapat mengurangi gangguan tanpa harus meninggalkan teknologi.